Tentang Saya

Sebutan “Kang” dulu sering saya gunakan dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan pondok pesantren atau madrasah tempatku belajar. Demikian kata “Kang” untuk menunjukkan posisi yang lebih tinggi, tetapi tetap egaliter, tetap terkesan ndeso, dan terkesan tradisionil. Sebutan “Kang” memang bisa dikonotasikan pada itu semua. Sementara “Guru” merujuk pada sebuah posisi, profesi yang luhur, adiluhung, elok dan penuh moralitas. Sebutan “Kang” yang digabung dengan “Guru” merupakan bentuk upaya untuk menetralkan kedua derajat tersebut pada posisi yang seimbang dan dinamis, dimana peran guru yang menjadi pelita (dan berusaha seperti itu) dengan cara-cara egaliter dan dengan suasana tetap “ndeso” dan tradisionil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: