PILPRES 1 PUTARAN TIDAK MUBAZIR


semar-1

Seruan untuk melakukan Pilpres 1 putaran dengan dalih efisiensi atau tidak menghamburkan uang rakyat, secara sepintas adalah ajakan yang rasional, patut dan baik hati. Tetapi jika dilakukan oleh orang atau kelompok tertentu untuk menggiring orang memilih Capres tertentu (iklan LSI untuk SBY-Boediono atau pihak-pihak lain) sudah merupakan tindakan yang menyesatkan.

Apakah dengan 2 putaran, BLT akan hilang? Dana Pendidikan akan menurun dari 20%? atau dengan menghemat Rp 4 triliun (kata mereka) uang 4 T tersebut secara otomatis akan digunakan untuk rakyat? Bukankah pemilu juga kegiatan untuk rakyat, oleh rakyat dan dari rakyat???

Logika ekonomis, efisiensi dan mubazir (dalam istilah agama) tidak tepat dalam hal ini. Ketika Pemilu dengan aturannya menuntut untuk 2 kali atau 3 kali, maka yang menyebabkan mubazir adalah aturan itu sendiri, bukan pada berapa jumlah putara yang dilaksanakan (masak LSI yang terhormat dan penuh orang-orang rasional tidak paham ini?).

Bila ingin cukup satu putaran, maka ubahlah UU Pilpres, ubahlah sistem Pemilunya. Lihat sistem Orde Baru (Rezim Pak Harto), cukup melalui MPR. Atau Gubernur melalui DPRD. Atau Bupati/Walikota melalui DPRD II. Itu dulu dilakukan. Sehingga tidak perlu ada seruan-seruan 1 putaran dan semacamnya.

Dus akhirnya mereka yang mengajak dan menyeru untuk 1 putaran adalah orang-orang yang melawan hukum atau aturan. Kenapa tidak melakukan judicial review ? sehingga terkesan elegan dan cerdas.

Marilah berpikir dengan cerdas. Pernahkah anda menghitung biaya ekonomis terhadap dampak sebuah pemilihan Presiden yang salah? Pemilihan Presiden yang tidak demokratis?

Kang-Guru

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: