Soal Tempe


Akhir tahun 2007 dan awal 2008 pengusaha tempe dan tahu mengalami hambatan pasokan kedelai. Selama ini produk mereka sangat tergantung kedelai tersebut, dan ironisnya sangat tergantung pada impor dari Amerik Serikat. Keadaan tersebut, selain mempengaruhi proses produksi juga, menimbulkan gejolak demonstrasi, sebab selama ini industri kecil tahu dan tempe banyak berkembang dan menjadi andalan sumber penghasilan bagi rakyat kecil.

Tempe sudah dikenal masyarakat kita sebagai makanan khas dan warisan leluhur. Tetapi akhir-akhir ini memprihatinkan tentang keberadaannya. Mungkin seperti kasus reog, yang sempat diklaim sebagai budaya malaysia.

Tempe dipatenkan oleh Jepang, sementara bahan bakunya bergantung Amerika Serikat. Artinya kita ini pembuat dan pemakai saja, sementara tidak memiliki bahan baku atau lisensi atas barang produk sendiri. Jika demikian adanya, tempe akan menjadi isu internasional yang serius seperti reog . Mengapa?dari sisi ekonomi, tempe merupakan komoditas menarik, karena dikonsumsi oleh jutaan orang (meski masyarakat Indonesia saja umumnya). Nah ini tentu dapat dijadikan incaran produsen makanan. Bayangkan saja andai Jepang kemudian menemukan proses pembuatan yang lebihhigiensi, praktis, dan kemudian rasa yang variatif (toh itu bisa dicapai melalui ilmu dan teknologi). Maka justru kita tidak lagi jadi produsen, tetapi mutlak menjadi penonton dan pemakan tempe saja.

Tapi bagaimanapun perlu dipandang positif. sekarang orang tidak perlu lagi mengumpat dengan kata-kata “dasar mental tempe”, sebab tempe menjadi produk unggulan dan mendunia.

Ketintang-surabaya.

k4n6guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: