Tentang Saya
Sebutan “Kang” dulu sering saya gunakan dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan pondok pesantren atau madrasah tempatku belajar. Demikian kata “Kang” untuk menunjukkan posisi yang lebih tinggi, tetapi tetap egaliter, tetap terkesan ndeso, dan terkesan tradisionil. Sebutan “Kang” memang bisa dikonotasikan pada itu semua. Sementara “Guru” merujuk pada sebuah posisi, profesi yang luhur, adiluhung, elok dan penuh moralitas. Sebutan “Kang” yang digabung dengan “Guru” merupakan bentuk upaya untuk menetralkan kedua derajat tersebut pada posisi yang seimbang dan dinamis, dimana peran guru yang menjadi pelita (dan berusaha seperti itu) dengan cara-cara egaliter dan dengan suasana tetap “ndeso” dan tradisionil.